Memahami metode TOPSIS untuk prioritas pendampingan UMKM di Kota Depok
TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) adalah metode pengambilan keputusan multi-kriteria yang dikembangkan untuk membantu menentukan prioritas berdasarkan kedekatan relatif terhadap solusi ideal.
Dalam konteks UMKM Kota Depok, metode ini digunakan untuk menentukan UMKM mana yang paling membutuhkan pendampingan berdasarkan berbagai kriteria objektif.
Sistem melakukan 6 langkah perhitungan untuk menentukan prioritas UMKM
Mengubah nilai kriteria menjadi skala yang dapat dibandingkan menggunakan normalisasi vektor.
Menerapkan bobot kepentingan setiap kriteria sesuai dengan kebijakan pendampingan UMKM.
Menentukan nilai terbaik (ideal positif) dan terburuk (ideal negatif) untuk setiap kriteria.
Menghitung jarak setiap UMKM terhadap solusi ideal positif dan negatif.
Menghitung nilai preferensi (Ci) yang menunjukkan tingkat prioritas setiap UMKM.
Mengurutkan UMKM berdasarkan nilai preferensi dari tertinggi ke terendah.
Kriteria yang digunakan dalam sistem TOPSIS UMKM Kota Depok
Jumlah modal awal yang dimiliki UMKM. Semakin kecil modal, semakin tinggi prioritas pendampingan.
Jenis: Cost (semakin kecil semakin baik)Pendapatan rata-rata per bulan. Semakin kecil omset, semakin tinggi prioritas pendampingan.
Jenis: Cost (semakin kecil semakin baik)Banyaknya tenaga kerja yang dipekerjakan. Semakin sedikit karyawan, semakin tinggi prioritas.
Jenis: Cost (semakin kecil semakin baik)Total nilai aset yang dimiliki UMKM. Semakin kecil aset, semakin tinggi prioritas pendampingan.
Jenis: Cost (semakin kecil semakin baik)